Beberapa Hal yang Harus Dicermati Sebelum Memasang Pemanas Air

ilustrasi pemanas air

Fannie Last Supper – Mandi air hangat rasanya jadi sebuah kebutuhan penting, terutama orang yang kerap menghabiskan waktu untuk beraktivitas seharian.

Dari segi kesehatan, mandi air hangat disebut-sebut mampu memberikan manfaat bagi tubuh, diantaranya menenangkan pikiran. Malah ada sebuah studi pada tahun 2014, yang menyebut mandi air hangat mampu memberi manfaat besar bagi kelancaran peredaran darah.

Jadi tidak heran bila mandi air hangat disebut-sebut memiliki manfaat besar bagi tubuh dan kesehatan manusia.

Walau begitu, mandi air hangat membutuhkan pemanas air dengan kualitas baik, seperti produk pemanas air listrik yang ditawarkan ARISTON, misalnya.

Namun, sebelum memasang sebuah alat pemanas air di rumah, Anda sebaiknya memperhatikan 5 hal berikut:

  • Bahan bakar yang digunakan

Jenis bahan bakar pemanas air yang umum digunakan adalah listrik atau gas. Apabila Anda memutuskan untuk memakai water heater dengan gas sebagai bahan bakarnya, yang harus diperhatikan adalah jenis gasnya.

Dari segi penggunaan, pemanas air berbahan bakar gas cenderung lebih baik ketimbang listrik. Ini dikarenakan harga dan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik ketimbang pemanas air listrik.

Hanya saja pemanas air listrik dianggap lebih praktis, karena jenis ini tidak membutuhkan alat tambahan seperti tabung gas, misalnya. Namun kalau rumah Anda tidak memiliki daya listrik besar, pemanas air jenis satu ini tidak disarankan untuk digunakan.

  • Efisiensi energi

Apapun jenis bahan bakar yang digunakan, pemanas air adalah perangkat rumah tangga dengan kebutuhan energi yang cukup besar. Karena itu Anda sebaiknya memilih produk water heater yang hemat energi.

Indikator hemat energi pada produk pemanas air biasanya ditandai dalam satuan EF atau Energy Factor. Angkanya berkisar antara 0.5 hingga 2.0. Semakin tinggi angka EF, maka semakin baik pemanas air itu dalam hal penghematan energi.

  • Apakah temperaturnya konstan

Tidak semua produk pemanas air memiliki panas yang konstan. Ada juga yang selalu berubah-ubah. Di titik ini, Anda sebaiknya memilih produk pemanas air yang panasnya konstan.

Dengan begitu Anda tidak perlu lagi repot menyesuaikan temperatur air ketika melakukan kegiatan mandi memakai air hangat.

  • Kapasitas pemanas air

Faktor selanjutnya yang harus menjadi pertimbangan adalah luas ruang kamar mandi. Bila kamar mandinya tidak terlalu luas dan bisa digunakan dua orang saja, pertimbangan pemasangan pemanas air dengan kapasitas tangki kurang lebih sekitar 15 liter.

Namun kalau ada bathtub di dalam kamar mandi, Anda setidaknya butuh pemanas air dengan kapasitas antara 50 – 80 liter.

  • Jenis penyimpanan

Kebanyakan orang cenderung suka dengan produk pemanas air dengan tangki penyimpanan. Alasannya karena air panas bisa disimpan dalam waktu lama, dan diperbarui terus menerus.

Memang umumnya pemanas air dengan tangki penyimpanan bekerja dengan cara memanaskan sekaligus menyimpan air panas terus menerus. Jadi ketika air panas mengalir keluar, aliran air yang baru masuk mengganti yang terbuang.

Hanya saja tipe pemanas air dengan tangki penyimpanan biasanya memakan lebih banyak ruang, terutama untuk meletakkan tangkinya.

Kalau ruang dalam rumah tidak memungkinkan Anda untuk meletakkan pemanas air dengan tangki, ada opsi seperti tankless water heater. Jenis satu ini lebih hemat energi ketimbang pemanas air dengan tangki penyimpanan, namun aliran airnya lebih kecil ketimbang jenis yang disebut sebelumnya.

Jangan lupa pertimbangkan Reputasi Merek

Tidak ada salahnya memilih produk pemanas air dari merek yang sudah ternama, walaupun mungkin harganya lebih mahal. Pertimbangan utamanya karena garansi produk yang lebih terjamin, serta kualitas produk yang lebih mumpuni.

Sudah siap beli pemanas air baru?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *