Home » Kredit Mobil Syariah: Syarat dan Mekanismenya

Kredit Mobil Syariah: Syarat dan Mekanismenya

  • by
ilustrasi kredit mobil lewat bank syariah

Fannie Last Supper – Layanan kredit syariah banyak tersedia di lembaga pembiayaan. Calon pembeli bisa menghindari riba, seperti yang biasanya terjadi pada leasing konvensional, dengan cara mengambil kredit mobil yariah.

Memang bedanya apa sih? Berikut gambarannya:

Bila Anda berniat membeli sebuah mobil bekas yang dijual dengan harga Rp 40 juta, maka Anda harus membayar total harga mobil sebesar Rp 50 juta bila memakai kredit mobil konvensional.

Selain itu kredit mobil konvensional mengharuskan nasabah membayar sejumlah biaya tambahan seperti penalti bila nasabah melunasi kredit sebelum jatuh tempo dan denda keterlambatan.  

Kedua hal tersebut tdiak ada dalam mekanisme kredit mobil dengan basis syariah. Dalam mekanisme ini ada sistem bagi hasil yang tidak tergantung pada suku bunga pasar. Dengan memakai akad murabahah, pembiayaan dilakukan sesuai dengan harga kendaraan.

Di Indonesia ada beberapa bank yang memberikan program kredit kendaraan bermotor dengan sistem syariah, diantaranya adalah BCA Syariah, BNI Oto iB Hasanah, BPRS Al Salaam Kredit Mobil Syariah, dan Bank Mandiri Syariah.

Syarat kredit mobil lewat bank syariah

Secara formal, seseorang yang ingin mengajukan pembiayaan mobil dengan sistem syariah harus menyediakan fotokopi KTP, fotokopi slip gaji atau rekening koran 3 bulan terakhir, menunjukkan SIM A, dan lampiran keterangan usaha bila ada.

Selain syarat formal tersebut, Anda juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Pelanggan mengajukan permohonan dan berjanji untuk membeli barang atau aset ke bank.
  • Jika bank menerima permintaan tersebut, pertama-tama bank harus membeli aset yang telah dipesan secara resmi dengan pedagang.
  • Lalu bank menawarkan aset kepada nasabah dan nasabah harus membeli sesuai dengan perjanjian. Karena janji tersebut mengikat secara hukum, maka kedua belah pihak harus menandatangani kontrak jual beli.
  • Ketika proses jual beli ini, bank boleh meminta nasabah agar membayar DP ketika menandatangani perjanjian di awal.
  • Jika pelanggan kemudian menolak untuk membeli barang tersebut, biaya bank yang sebenarnya harus dibayar di muka.

Bagaimana Mekanisme Kredit Mobil Melalui Bank Syariah?

  • Apabila DP kurang dari kerugian yang perlu dibayar oleh bank, maka bank bisa meminta tambahan kepada nasabah.
  • Jika uang muka menggunakan akad urbun sebagai alternatif uang muka.
  • Jika pelanggan memutuskan untuk membeli barang tersebut, dia hanya perlu membayar sisa harga.
  • Apabila nasabah melakukan pembatalan, maka DP yang harus dibayar nasabah yakni sesuai kerugian yang ditanggung bank. Apabila DP tidak mencukupi, maka nasabah wajib menambah.

Selain Fatwa DSN-MUI Nomor 4 Tahun 2000, dasar hukum lainnya ada dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 13 Tahun 2000 yang menjelaskan tentang pembayaran uang muka murabahah, serta Fatwa DSN-MUI Nomor 111 Tahun 2017 menjelaskan akad jual beli murabahah. 

Sedangkan kredit syariah menggunakan akad jual beli murabahah yang mengacu pada perbankan dan lembaga keuangan syariah.

Kredit syariah juga menggunakan sistem bagi hasil, sehingga tidak bergantung pada suku bunga pasar. Dengan begitu, margin keuntungan yang diperoleh bank atau lembaga keuangan syariah sudah ditentukan di awal. 

Yang menarik dan menguntungkan dari kredit syariah adalah: jumlah cicilan yang selalu sama dari awal hingga akhir. Dengan demikian, transaksi kredit mobil anda bebas riba. Sistem pinjaman mobil Islami tidak memungut biaya tambahan.

Namun, kalaupun ada denda keterlambatan, biaya tersebut bukan merupakan keuntungan bagi bank atau kreditor, melainkan disumbangkan ke panti sosial.

Jadi nasabah kredit syariah yang terlambat membayar iuran bisa sekaligus berinvestasi dengan membayar denda keterlambatan.

Kredit mobil lewat bank syariah lebih menarik, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *